Jumat, 16 Maret 2012

Keluhan Ank Kerang



Seekor anak kerang di dasar lautmengeluh kepada ibunya. Sebutir pasir tajam masuk ke dalam tubuhnya yang lembek.”Anakku, Tuhan tak memberi kita tangan, sehingga ibu tifak bisa menolongmu. Ibu tahu itu sakit, tapi terimalah sebagai taqdir. Kuatkan hati, kerahkan semangat melawan nyeri yang menggigi. Balut pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itulah yang bisa kau perbuat,” kata ibunya dengan sendu dan lembut sambil menitikkan air mata.

Anak kerang pun menurut.

Kadang rasa sakit begitu hebatnya, sehingga ia sempat meraguakan nasihat ibunya. Dengan air mata, ia bertahan, tidak hanya hari demi hari tapi bertahun-tahun. Tanpa disadarinya, sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pu berkurang. Makin lama mutiaranya semakin besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya membuahkan hasil yang menakjubkan. Dirinya kini menjadi sangat berharga.


(internet) 

0 komentar:

Posting Komentar