Jumat, 16 Maret 2012

Burung Gereja, Kotoran Sapi, dan Seekor Kucing



Ada seekor burung gereja yang sedang terbang di musim salju. Karena mengalami kedinginan yang luar biasa, sayapnya membeku sehingga tidak bisa dikepakkan lagi. Ia pun jatuh di tanah lapang. Setelah beberapa lama terbaring kedinginan, tiba-tiba datang seekor sapi yang tnpa sengaja membuang kotorannnya tepat menimpa badannya. Kontan sumpah serapah pun segera meluncur keluar dari mulut mungilnya!

Rupanya tanpa disadari oleh burung gereja itu, hangatnya kotoran sapi yang menimpanya itu lambat laun membuat suhu tubuhnya berangsur normal. Ketika ia sedang brsiap-siap untuk terbang kembali, tiba0tuba munculah seekor kucing. Burung gereja ini langsung panik dan ingin secepatnya terbang mengindar. Tetapi sayangnya ternyata ia belum mampu, kaena sayapnya masih agak membeku. Ia pun dengan ketakutan yang amat sangat terpaksa pasrah saja menerima nasib. Namun di luar dugaannya, kucing yang biasanya tidak pernah ramah terhadap burung gereja, kali ini bersifat sangat simpatik. Ia sama sekali tidak mengganggunya, bahkan menjilati badannya seolah-olah ingin membersihkan sisa-sisa kotoran sapi yang melekat pada bulu-bulunya. Sehingga akhinya bersihlah seluruh badan burung gereja itu.

Hangatnya kotoran sapi derta jilatan kucing itu rupanya mampu memulihkan kondisi burung gereja itu ntuk dapat terbang kembali. Namun walaupun demikian burung gereja ini ternyata belum mau terbang. Rupanya ia menikmati jilatan kucing itu sebagai perlakuan yang memanjakannya. Maka ia pun membiarkan dirinya tetap terbaring sambil berpura-pura masih kedingian, dengan harapan semoga kucing itu akan menjilatinya lagi.
Tetapi apa yang terjadi? Melihat badan burung gereja iyu sudah bersih, maka kucing itu pun dengan genasnya menerkan burung yang bodoh itu!

Burung gereja di atas adalah perumpamaan orang yang hanya pandai melihat yang tersurat saja. Baginya sesuatu yang tidak menyenangkannya selalu dianggapnya burk, dan kejadian yang menyenangkannya dianggap pasti baik.
Orang yang mempunyai sikap seperti ii jelas berlawanan dengan firman Allah dalam surat Albaqarah ayat 216.
“ Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu; dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

Boleh jadi kita belum yaki sepenuhmya dengan firman Allah ini, tetapi yang pasti burung gereja itu sudah membuktikannya! Dan apabila kita tetap terpana dengan yang tersurat saja, bukan tidak mungkin kita akan segera betemu dengan burung gereja itu!

“Dan orang-orang itu berkata, seandainya kami mau mendengarkan (nasihat agama) dan kami menggunakan akal-akal kami, pasti kami tidak menjadi penghuni neraka Sir.”
(Almulk : 10)

(Sumber : Bahan Renungan Kalbu)

0 komentar:

Posting Komentar